Peran Kavaleri dalam Militer Klasik di Sepanjang Sejarah

Infanteri, kavaleri, dan pemanah. Trinitas militer yang umum ditemui pada zaman pra-bubuk mesiu tersebut seringkali digambarkan dalam analogi permainan batu, gunting, kertas. Latar belakang pemikiran di baliknya cukup sederhana. Pasukan infanteri bertombak dapat mengalahkan penunggang kuda dengan mudah, pasukan penunggang dapat menggilas pasukan pemanah dengan cepat, dan pasukan pemanah dapat menghabisi infanteri dari kejauhan.

Apakah analogi itu benar dan sesuai? Beberapa pengajar di bidang sejarah menggunakan analogi tersebut. Sejumlah blogger dan penulis juga menyatakan hal demikian. Bahkan Anda dapat dengan mudah menemukan sentimen tersebut dalam forum-forum online yang membahas soal militer klasik.

Melihat popularitasnya, tentu ada kebenaran di dalam logika sederhana itu. Namun, bila Anda membandingkan analogi tersebut dengan berbagai kasus nyata di medan pertarungan, Anda akan menemukan sejumlah fakta berlawanan. Bagaimana kita menjelaskan kekalahan formasi infanteri Paus Leo IX oleh serangan kavaleri Norman pada 1053; Ataupun, pertarungan Poitiers pada 1356 ketika pemanah Inggris berhasil menumpulkan serangan kesatria berkuda Perancis dan bahkan menghancurkannya?

Continue reading “Peran Kavaleri dalam Militer Klasik di Sepanjang Sejarah”